Renungan, Aku Hamba yang Wagu
'Hamba yang wagu' adalah diriku sendiri yang masih jauh dari kata tepat. Masih jauuuuuh banget dari standar yang ditepatkan dan ditetapkan oleh Alloh untuk hambaNya. Oleh karena itu saya sering mentertawakan diri sendiri, meratapi betapa wagu-nya diriku, sambil aku beristighfar. Kenapa sambil beristighfar? Ya meng-istighfar-i ke-wagu-anku itu. Contoh kecil dalam hal sholat. idealnya kan demikian: "Asholatu mi'rojul mukminin: sholat adalah naik bertemunya seorang mukmin menghadap Alloh" Ha ha aku menertawakan sholatku sendiri, sekaligus menangisi dan mengistighfari. Bagaimana tidak. Sholat mestinya ingat bahkan menghadap Alloh. Malah sholatku ingat hal-hal remeh. Mosok sholat ingat urusan keluarga, rumah, mobil, jadwal, duit bahkan ingat kunci hi hi (ini tidak sedang nyindir siapa2 lho) Maka usai sholat, bawaannya aku pengen tertawa skaligus menangis. Dua hal yang sulit menyatu maka dari itu, disebut wagu. Jauh lebih wagu lagi bila kubercermin dengan firman Alloh y...