Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kalam Ulama

5 Tips Bersosial Media ala Gus Mus

Gambar
Dunia maya kini semakin masiv sukai oleh semua kalangan. Baik tua maupun muda sepertinya sudah mulai ketergantungan dengan dunia maya. Sampai sampai, saat kumpul pun banyak yang lebih sibuk dengan gadgetnya daripada untuk bercengkerama dengan yang lainnya.  Tidak hanya kesenjangan yang terjadi, dunia maya juga bisa menjadi amat menyeramkan ketika si pengguna media tersebut tanpa adab / etika dalam mempergunakannya. Seperti akhir - akhir ini, sempat kejadian beberapa pengguna Facebook dan twitter dengan serta merta mencaci maki ulama kondang asal Rembang, KH. Musthofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus. Sontak sahabat – sahabat Ansor mendatangi mereka (si penebar kebencian) untuk tabayun (Klarifikasi) terkait apa yang mereka sampaikan. Wal hasil tiga orang yang melakukan hal tersebut meminta maaf. Tak hanya meminta maaf, ketiga anak tersebut sowan (mendatangi) Gus Mus, di kediamannya.  Dalam status terbarunya, Gus Mus menuturkan bahwa ketiga anak tersebut seperti umumnya pemuda sa...

Para Wali Menyatukan Umat, Kita Malah Memecah Belah Umat

Gambar
Acara bertajuk “Dzikir Akbar dari Yogyakarta untuk Indonesia” bersama Maulana al-Habib Luthfi bin Ali bin Yahya (Senin, 21 November 2016) ini diselenggarakan oleh Madrasah Diniyah al-Quran Kraton Yogyakarta. Acara berlangsung dengan penuh khidmat, sejak pukul 20.00 WIB ba’da Isya hingga selesai dini hari. Turut hadir dalam acara tersebut para ulama, kiai, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, TNI, POLRI beserta keluarga Kraton Yogyakarta. “Jangan terus-terusan mencari perbedaan, carilah kesamaan agar kita bisa maju dan negara bisa makmur,” tutur Habib Luthfi mengawali ceramahnya. “Lihatlah bangsa lain sudah makmur dan mapan, kita malah masih mencari perbedaan. Membahasnya melulu beda tahlil, maulid, shalat, dlsb. Ayo berpikir,” lanjutnya. Jika kita bersatu-padu menyongsong negri ini, niscaya akan makmur dan maju. “Ojo kakean ngurusi perbedaan lan nggolek salahe wong" (Jangan banyak ngurusi perbedaan dan mencari-cari kesalahan orang)”, tegas Habib Luthfi. “Apa kita ndak malu sama ...

Pesan Mbah Sholeh Darat, Hormati Ulama

Gambar
Kusempatkan muthalaah Kitab Minhajul Atqiya' karya KH Sholeh Darat. Sungguh bisa menjadi teladan bagi kita yang masih sedang mencari ilmu agar tidak mendapatkan tiga siksa dunia. Disampaikan oleh KH Sholeh Darat, bahwa diantara tata krama murid (thalibul ilm) adalah tidak mencela atau menghina gurunya, ahli ilmu dan kitab-kitabnya. Jika ia melakukannya, maka akan menghadapi tiga jenis siksa: 1) Tidak bisa melaksanakan ilmunya 2) Meninggal di usia muda 3) Menjadi budak penguasa Na'udzubillah min dzalik. Bahkan selanjutnya ditegaskan, ketika orang berani menghina ulama, ahli ilmu, mushonnif (pengarang kitab), maka ia kan mati dalam keadaan su'ul khatimah. Pesan Mbah Sholeh Darat tegas: "Jangan pernah berani menghina karya ulama al Mujtahidin dengan merendahkannya bahwa karangannya tidak jelas, pendapatnya dla'if dan kurang sempurna". Semoga Allah memberikan hikmah dari nasehat Mbah Sholeh Darat ini. M Rikza Chamami

Tanggapan Habib Umar terkait Kemenangan Donald Trump

Gambar
Hingar bingar pemilihan presiden Amerika Serikat telah mencapai puncaknya, setelah calon dari Partai Republik, Donald Trump secara mengejutkan mengalahkan rivalnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, Selasa waktu setempat (8/11/2016) dengan meraih 290 suara elektoral. Kemenagan ini mematahkan  prediksi dari berbagai pihak menjelang pelaksanaan Pemilu 2016 Amerika. Semula, banyak proyeksi jajak pendapat yang menunjukkan kemenangan bagi Clinton, yang antara lain dikeluarkan New York Times, dengan prediksi 92 persen suara untuk Clinton. Juga FiveThirtyEight (87 persen), dan PredictWise (90 persen). Banyak yang menentang kemenangan Presiden ke 45 Amerika Serikat ini. Seperti dilaporkan New York Times, terjadi protes di beberapa kota seperti Berkeley, Oakland, Pittsburgh, Seattle, Portland, Ore, dan California. Tak hanya itu, kemenangan Trump juga menimbulkan keresahan di kalangan Muslim Amerika. Bukan tak beralasan, oleh karena kampanye Trump yang terkenal kontroversial. Dia populer...

Kisah Mengharukan Gugurnya Sayyidina Ja'far bin Abi Thalib

Gambar
Perhatikanlah perjuangan Sayidina Ja’far bin Abi Thalib, ketika tangan kanannya putus, ia genggam bendera perang di tangan kirinya. Ketika tangan kirinya putus, ia rangkul bendera itu dengan kedua lengannya. Ia tidak rela melihat bendera Muhammad SAW jatuh. Ia terluka dengan delapan puluh tusukan di bagian depan tubuhnya. Semua luka itu ada di bagian depan tubuhnya. Mengapa? Karena beliau maju terus pantang mundur. Semoga Allah meridhoinya. Para sahabat memikul tubuhnya yang penuh luka itu. “Minumlah air ini,” kata seorang sahabat. “Aku puasa,” jawabnya lemah. Padahal saat itu cuaca sangat panas, di medan jihad, dalam kancah peperangan. “Berbukalah hari ini dan berpuasalah di hari lain, lukamu sangat parah,” bujuk sahabat-sahabatnya. “Aku ingin berbuka di surga.” Dan beliau pun akhirnya berbuka di surga. Sayidina Muhammad SAW yang saat itu sedang duduk bersama para sahabat di Madinah tiba-tiba menengadahkan wajahnya ke langit dan menjawab salam: وَعَلَيْكَ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ و...

Inilah Nasehat Habib Umar Agar Teguh Meninggalkan Maksiat

Gambar
Hati seorang mukmin dapat menjadi teguh dan kokoh untuk meninggalkan maksiat dengan cara menetap di tempat pelarian yang benar (Fafirruu ila Allah..... Berlarilah menuju Allah..) Untuk dapat menggapainya, tempuhlah cara-cara berikut: Renungkanlah akibat buruk dari dosa, bahayanya, dampak negatifnya, tempat kembalinya menjijikkan, dan berakhir dengan buruk Menjauh dari pelaku dosa dan jangan dengarkan perkataannya Bersedang-sedang dalam makan, minum dan berpakaian. Sederhanalah, jauhi kenyang dan berlebih-lebihan Para ulama' menyebutkan, bahwa menjaga diri dari maksiat, bisa dilakukan dengan cara menjaga 4 hal dari 4 hal yang lain: Menjaga perut dari kekenyangan Menjaga mata dari memandang (menjaga pandangan dari maksiat) Menjaga lisan dari bicara (hal yang tidak bermanfaat) Menjaga hati dari berpikir (hindari pikiran negatif)

Kalam Habib Umar, Mengatur Waktu

Gambar
  Waktu itu laksana pedang. Dia bisa membunuh dan juga melukai kita jika kita senantiasa tidak bisa memanfaatkannya. Oleh karena keberkahan - keberkahan dalam setiap waktu yang kita punya menjadi suatu yang amat berharga. Bisa jadi kita mempunyai banyak waktu, namun tak ada yang bisa dilakukan dalam banyak waktu tersebut. Hanya kesia siaan yang ada. Dilain pihak, bisa jadi waktu yang kita punya dirasa sempit, namun tanpa kita sadari ada banyak hal - hal manfaat yang bisa kita kerjakan dalam kesempitan waktu tersebut. Itulah keberkahan dalam waktu.  Dalam postingan kali ini, akan kami bagikan terkait waktu yang mana hal tersebut bersumber dari Habib Umar bin Hafidz, berikut ini:  مِن واجب المؤمن أن يفرِّق بين الأوقات، Termasuk diantara kewajiban seorang mukmin adalah mengatur waktu-waktunya بمعنى أن يكون مستعداً لاغتنامِها وتخصيص المخصوص منها بزيادةٍ في الإقبال على الله تبارك وتعالى والتزوُّد بزادِ التقوى Dalam arti, hendaknya dia senantiasa mempersiapkan diri untuk meraih...

Keimanan dalam Mencintai Tanah Air

Gambar
Mungkin kita seringkali mendengar kalimat berikut حب الوطن من الإيمان "Cinta tanah air adalah sebagian dari iman". Namun kita juga sering mendengarkan pula banyak sekali yang mengatakan bahwa hadits tersebut adalah palsu dan maudhu' lalu menganggap kecintaan kepada tanah air bukanlah bagian dari iman. Hadits diatas memang maudhu' jadi jangan kita sebut ucapan diatas adalah sabda Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam, akan tetapi makna hadits itu adalah shohih. Bahwasanya termasuk kesempurnaan iman seseorang yaitu ketika dia bisa meneladani Nabi didalam mencintai negaranya. Rasulullah saw. telah mengajarkan kepada kita untuk mencintai negara. Saat beliau akan hijrah ke Madinah beliau berdiri menghadap Makkah, menatapnya dan berkata kepadanya –seakan-akan kota Makkah merasakan dan mendengar ucapan perpisahan Nabi ini-, ((والله إنك لأحب بلاد الله إليَّ ، ولولا أن أهلك أخرجوني منك لما خرجت)) “Demi Allah, sesungguhnya engkau adalah bumi Allah yang paling aku cintai...

Hukum Mengamalkan Hadits Dhoif

Gambar
Akhir zaman ini kita sering membaca atau mendengar seseorang yang melarang Muslim lain untuk mengamalkan sebuah amal tertentu dengan alasan Haditsnya Dhoif (dhaif).  Bagaimanakah sebenarnya hukum mengamalkan Hadits Dhoif?  Benarkah umat Islam dilarang untuk mengamalkan Hadits Dhoif? Secara garis besar, Hadits dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Hadits Shahih, Hasan dan Dhoif .  Berdasarkan pengelompokan ini, maka semua ulama telah bersepakat bahwa Hadits Dhoif adalah Hadits, artinya ia juga ucapan, perbuatan atau pernyataan Nabi Muhammad saw. Dengan kata lain, Hadits Dhoif adalah Hadits - bukan ucapan yang dibuat-buat - serta dinisbatkan kepada Nabi, BUKAN HADITS PALSU.  Adapun Hadits PALSU di dalam ilmu Hadits disebut dengan nama Hadits MAUDHU’, BUKAN DHOIF. Singkat kata, Hadits Dhoif adalah ucapan Nabi Muhammad saw yang diwaspadai tingkat kebenarannya dikarenakan perawi atau yang meriwayatkannya memiliki beberapa kekurangan menurut ulama Hadits.  Namun di sis...