Postingan

Menampilkan postingan dengan label Membantah muktazilah/qodariyah/ateis

Qadariyah: jika semua terjadi atas kehendak Allah,maka Perbuatan baik itu sia sia

Gambar
  Qadariyah [yang menafikan taqdir Allah secara mutlak] berkata: "Jika Anda mengatakan bahwa tidak ada sesuatu/peristiwa apa pun selain Allah yang menyebabkan adanya sesuatu yang lain, maka tidak ada kebutuhan dan tidak perlu untuk berbuat baik, karena perbuatan baik tidak menjadikan baik  dan juga pengampunan dari Allah. Respon Sunni: Hanya Allah yang menjadikan apa-pun menjadi ada, karena ini adalah definisi menciptakan, dan Allah adalah satu-satunya pencipta.Tidak ada sesuatu yang mempengaruhi Allah, karena Dia tidak memiliki kebutuhan apa pun.Bagaimana bisa seseorang menganggap diri mereka bisa benar-benar mempengaruhi Pencipta dunia ini. Subhan-Allah. Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda: ". Perbuatan/amalan Anda tidak akan menempatkan Anda ke surga" lalu Mereka[sahabat] bertanya: "Apakah Anda juga seperti itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: " Ya, bagi saya juga, kecuali Allah menutupi saya dengan kasih karunia dan rahmat...

Bagaimana bisa Allah menghendaki seseorang berbuat buruk lalu ia di masukan ke Neraka?

Gambar
Seseorang bertanya: Anda mengatakan bahwa Allah bisa menghendaki seseorang melakukan keburukan dan karena hal itu ia di masukan ke neraka ,Nah Apakah itu bukan sesuatu yang menunjukan bahwa Allah kejam?? Respon Sunni: Itu bukanlah suatu ketidak adilan atau kekejaman Allah, karena apapun yang Allah lakukan pada ciptaan-Nya/mahlukNya ITU di lakukan dengan hak penuh. Kata "kekejaman" itu menyiratkan ketidakadilan. Allah telah menciptakan sebagian manusia tidak taat, dan sebagian taat, maka Dia menghukum sebagian yang tidak taat. Ketika Anda mengatakan bahwa itu adalah kekejaman, maka Anda telah menjadikan diri Anda sebagai hakim atas tindakan Allah,dengan hanya didasarkan pada pikiran dan akal Anda. Ini adalah masalah dalam faham Mu `tazilah, mereka memberikan peran akal dan pikiran lebih besar daripada wahyu dalam beragama. Hal ini seperti ketika Ibliis mempertanyakan kepada Allah ketika Allah memberi kemulian dan peringkat yang lebih tinggi  kepada Adam  dari pada dirinya . la...

Tanya Jawab Tentang keadilan Allah/menjawab muktazilah

Gambar
Seseorang bertanya, "Apakah adil jika Allah membuat surga untuk Muslim dan membalas kebaikannya dan menempatkan orang Hindu di neraka dan menghukumnya?" Pertimbangkan ini. Seseorang lahir dalam lingkungan Islam yang murni, ia telah diajarkan Islam sejak awal kehidupannya dan dia telah dibesarkan dalam suasana yang islam. Dan Ada orang lain yang lahir dalam lingkungan Hindu / Kristen yang murni (katakanlah di rumah penseta, dia telah diajarkan Hindu / Kristen sejak awal hidupnya dan dia telah dibesarkan dalam suasana seperti itu. Sekarang, ada yang berpendapat bahwa dalam psikologi seseorang sangat sulit baginya untuk menolak dan mengambil sikap terhadap sesuatu yang telah di percayainya dari masa kecil. Dan itu juga merupakan fakta bahwa lebih banyak Muslim yang lahir daripada keluarga Muslim sbgmn sejumlah besar orang hindu lahir dari Hindu . Jika hal ini terjadi, Hindu / Kristen dimasukkan ke dalam neraka untuk selamanya dan Muslim di masukan ke surga untuk selamanya, jika...

Tuhan Itu Benar Adanya

Mari kita simak cerita ini terlebih dahulu. Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. Di antara pertanyaannya adalah: `Benarkah Tuhan itu ada` dan `Jika ada, di manakah Tuhan itu?` Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut, orang alim itu belum juga datang. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang, barulah muncul orang alim tersebut. `Maaf jika kalian menunggu lama. Karena hujan turun deras, maka sungai menjadi banjir, sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang. Kemudian, pohon tersebut terpotong-potong ranting dan dahannya dengan sendirinya, sehingga jadi satu batang yang lurus, hingga akhirnya menjadi perahu. Setelah itu, baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut.` Begitu orang alim itu berkata. Si Atheist dan jug...